Iklan
Iklan - Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Iklan

Satreskrim Polresta Mataram Amankan 10 Orang Terkait Dugaan Penganiayaan Sajam di Sriwijaya dan Udayana

Satreskrim Polresta Mataram Amankan 10 Orang Terkait Dugaan Penganiayaan Sajam di Sriwijaya dan Udayana


Lambenyalombok|MATARAM, NTB – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Mataram mengamankan 10 orang yang diduga terlibat dalam kasus penganiayaan menggunakan senjata tajam di Jalan Sriwijaya dan Jalan Udayana, Kota Mataram, pada Minggu dini hari (25/10/2026).

Ironisnya, sebagian besar orang yang diamankan masih berusia remaja, bahkan mayoritas disebut masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP).

Kasat Reskrim Polresta Mataram, AKP I Made Dharma Yulia Putra, mengatakan bahwa 10 orang tersebut masih menjalani pemeriksaan intensif. Polisi juga membuka kemungkinan adanya penambahan terduga pelaku seiring perkembangan penyelidikan.

“Rata-rata masih SMP, ada yang berusia 14, 15, 17, dan 21 tahun,” ungkap Dharma, Selasa (27/10/2026).

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi turut menyita sejumlah senjata tajam yang diduga berkaitan dengan aksi penganiayaan tersebut. Barang bukti itu kini diamankan untuk mendalami keterlibatan masing-masing orang yang diperiksa.

Berdasarkan pemeriksaan awal, para terduga pelaku diduga mengonsumsi minuman keras sebelum berkonvoi menggunakan sepeda motor. Konvoi tersebut diduga berujung pada dua peristiwa penganiayaan di lokasi berbeda.

“Mereka mabuk dari jam 10 sampai 2 pagi. Konvoi muter, kejadian pertama di Jalan Sriwijaya baru di Udayana,” jelas Dharma.

Peristiwa pertama terjadi di Jalan Sriwijaya, Kelurahan Punia, sekitar pukul 00.00 Wita. Seorang korban yang sedang berboncengan dengan rekannya diduga diserang menggunakan senjata tajam hingga mengalami luka sayatan di bagian pinggang. Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Narmada untuk mendapatkan perawatan medis.

Sementara itu, kejadian kedua berlangsung sekitar pukul 04.00 Wita di Jalan Udayana, tepatnya di sebelah utara Hotel Madani.

Dalam peristiwa tersebut, korban berinisial FAH bersama dua rekannya, GL dan GB, sedang melintas menggunakan sepeda motor dari arah utara menuju selatan. Setibanya di lokasi, seorang terduga pelaku disebut tiba-tiba menghampiri kendaraan mereka hingga pengendara kehilangan kendali dan sepeda motor terjatuh.

Dalam situasi tersebut, FAH diduga mengalami serangan senjata tajam hingga mengalami luka dan harus mendapatkan penanganan medis.

Secara keseluruhan, lima orang dilaporkan menjadi korban dalam dua kejadian tersebut. Polisi kini masih mendalami rangkaian peristiwa, termasuk motif penyerangan, keterkaitan antara kedua kejadian, serta kemungkinan keterlibatan kelompok yang sama.

Kasus ini menjadi perhatian karena sebagian besar orang yang diamankan masih berusia di bawah umur. Proses penanganan perkara pun harus dilakukan dengan memperhatikan ketentuan hukum yang berlaku, termasuk perlindungan terhadap anak yang berhadapan dengan hukum.

Satreskrim Polresta Mataram terus mengumpulkan keterangan saksi dan menganalisis barang bukti untuk mengungkap secara menyeluruh kasus dugaan penganiayaan menggunakan senjata tajam yang meresahkan masyarakat Kota Mataram tersebut.(rils-uy)

Baca Juga:
Tersalin ��

Berita Terbaru

  • Satreskrim Polresta Mataram Amankan 10 Orang Terkait Dugaan Penganiayaan Sajam di Sriwijaya dan Udayana
  • Satreskrim Polresta Mataram Amankan 10 Orang Terkait Dugaan Penganiayaan Sajam di Sriwijaya dan Udayana
  • Satreskrim Polresta Mataram Amankan 10 Orang Terkait Dugaan Penganiayaan Sajam di Sriwijaya dan Udayana
  • Satreskrim Polresta Mataram Amankan 10 Orang Terkait Dugaan Penganiayaan Sajam di Sriwijaya dan Udayana
  • Satreskrim Polresta Mataram Amankan 10 Orang Terkait Dugaan Penganiayaan Sajam di Sriwijaya dan Udayana
  • Satreskrim Polresta Mataram Amankan 10 Orang Terkait Dugaan Penganiayaan Sajam di Sriwijaya dan Udayana

Posting Komentar

Iklan
Iklan