Iklan
Iklan - Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Iklan

Pujawali Pura Dhang kahyangan jagat Suranadi Berjalan Lancar, Umat Hindu dari Berbagai Daerah di NTB Hadir



LambeLombok|lobar– Pelaksanaan  Pujawali Pura  Dhang kahyangan jagat Suranadi Kabupaten Lombok Barat, pada Minggu (25/10/2026), bertepatan dengan Purnama Kelima, berlangsung lancar, khidmat, dan penuh kebersamaan. Kegiatan keagamaan tersebut dihadiri umat Hindu dari berbagai daerah di Nusa Tenggara Barat (NTB), tokoh agama, tokoh masyarakat, serta sejumlah undangan dari berbagai instansi.

Ketua Pura  Dhang kahyangan jagat Suranadi, Ida Made Swastika, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga rangkaian pujawali tahun ini dapat terlaksana dengan baik.

Menurut Ida Made Swastika, persiapan hingga pelaksanaan pujawali melibatkan semangat gotong royong masyarakat dari 16 banjar yang menjadi bagian dari masyarakat pendukung pura. Para pemuda dan pemudi atau Truna-Truni juga turut berpartisipasi dalam memeriahkan kegiatan melalui lomba penjor sebagai bentuk pelestarian adat, tradisi, dan budaya Hindu.

“Pujawali ini dapat berjalan lancar berkat dukungan masyarakat Suranadi yang terus berpartisipasi dari tahun ke tahun. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat, 16 banjar, serta semua pihak yang telah berkontribusi dan ngayah untuk menyukseskan kegiatan ini,” ujar Ida Swastika.

Ia menjelaskan, biaya pelaksanaan pujawali tahun ini diperkirakan mencapai sekitar Rp150 juta. Pembiayaan tersebut dikelola oleh pihak pura dengan dukungan kontribusi masyarakat serta semangat ngayah dari 16 banjar untuk menyukseskan pujawali di Pura Kayangan Jagat Suranadi.

Sejumlah tokoh dan undangan turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya perwakilan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi NTB, Bimas Hindu, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Lombok Barat, Prajaniti NTB, Bank BPD Bali, serta tokoh masyarakat Lombok Barat.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi wujud dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan keagamaan sekaligus mempererat hubungan kebersamaan antara umat Hindu, tokoh masyarakat, dan pemerintah.

Rangkaian pujawali juga dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan tari tradisional yang menambah semarak suasana. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya melestarikan seni dan budaya Hindu sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda untuk berpartisipasi dalam kegiatan adat dan keagamaan.

Pada malam hari, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pengumuman hasil lomba penjor yang diikuti para pemuda dan pemudi Suranadi. Lomba ini tidak hanya menjadi ajang kreativitas, tetapi juga memperkuat kekompakan antarpemuda dalam menjaga tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.

Ida Made Swastika turut menyampaikan apresiasi kepada ketua panitia dan seluruh anggota panitia yang telah bekerja keras mempersiapkan serta melaksanakan seluruh rangkaian kegiatan. Apresiasi juga diberikan kepada para pemuda-pemudi, Darma Wisesa Suranadi, pecalang Suranadi, serta masyarakat dari 16 banjar yang terlibat dalam menyukseskan pujawali.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran Polsek Narmada yang turut mendukung pengamanan kegiatan sehingga rangkaian pujawali dapat berlangsung dengan tertib dan kondusif.

“Terima kasih kepada ketua panitia, seluruh anggota panitia, para pemuda-pemudi, Darma Wisesa Suranadi, pecalang Suranadi, Polsek Narmada, serta masyarakat dari 16 banjar yang telah bersama-sama menyukseskan pujawali ini. Semoga kebersamaan dan semangat ngayah tetap terjaga sehingga kegiatan keagamaan di Pura Kayangan Jagat Suranadi dapat terus berjalan dengan baik pada tahun-tahun mendatang,” tuturnya.

Pelaksanaan pujawali ini tidak hanya menjadi momentum untuk meningkatkan sraddha dan bhakti umat kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, tetapi juga memperkuat persatuan, semangat gotong royong, serta pelestarian adat dan budaya Hindu di Lombok Barat.

Keterlibatan masyarakat dari 16 banjar, generasi muda, pecalang, panitia, serta dukungan berbagai pihak menunjukkan pentingnya kebersamaan dalam menjaga keberlangsungan tradisi keagamaan.

Melalui semangat ngayah dan gotong royong, Pujawali Pura  Dhang kahyangan jagat Suranadi diharapkan terus menjadi momentum mempererat persaudaraan, menjaga keharmonisan antarumat beragama, serta melestarikan warisan adat dan budaya di tengah kehidupan masyarakat NTB.

Baca Juga:
Tersalin ��

Berita Terbaru

  • Pujawali Pura  Dhang kahyangan jagat Suranadi Berjalan Lancar, Umat Hindu dari Berbagai Daerah di NTB Hadir
  • Pujawali Pura  Dhang kahyangan jagat Suranadi Berjalan Lancar, Umat Hindu dari Berbagai Daerah di NTB Hadir
  • Pujawali Pura  Dhang kahyangan jagat Suranadi Berjalan Lancar, Umat Hindu dari Berbagai Daerah di NTB Hadir
  • Pujawali Pura  Dhang kahyangan jagat Suranadi Berjalan Lancar, Umat Hindu dari Berbagai Daerah di NTB Hadir
  • Pujawali Pura  Dhang kahyangan jagat Suranadi Berjalan Lancar, Umat Hindu dari Berbagai Daerah di NTB Hadir
  • Pujawali Pura  Dhang kahyangan jagat Suranadi Berjalan Lancar, Umat Hindu dari Berbagai Daerah di NTB Hadir

Posting Komentar

Iklan
Iklan