Dugaan Penganiayaan mengunakan Sajam di Mataram, Polisi Amankan 11 Orang dan Sita Dua Senjata Tajam
![]() |
| Dugaan Penganiayaan mengunakan Sajam di Mataram, Polisi Amankan 11 Orang dan Sita Dua Senjata Tajam |
Lambenyalombok|MATARAM, NTB – Polresta Mataram bersama jajaran Polda NTB mengamankan 11 orang yang diduga berkaitan dengan kasus penganiayaan menggunakan senjata tajam di wilayah Kota Mataram. Polisi juga menyita dua senjata tajam dan sejumlah telepon seluler untuk kepentingan penyelidikan.
Pengamanan dilakukan Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim Polresta Mataram bersama URC Jatanras Polda NTB dan tim opsnal Polsek jajaran secara bertahap sejak dini hari hingga Selasa (27/10/2026).
Kasat Reskrim Polresta Mataram, AKP I Made Dharma YP., S.T.K., S.I.K., M.Si., mengatakan, orang-orang yang diamankan masih menjalani pemeriksaan untuk mendalami keterlibatan dan peran masing-masing dalam peristiwa tersebut.
Berdasarkan penyelidikan sementara, mereka diduga berkaitan dengan kejadian di Jalan Udayana dan di depan Boxy, Jalan Airlangga, Kota Mataram. Sementara itu, dugaan peristiwa di Jalan Sriwijaya masih didalami karena polisi belum menemukan titik terang mengenai kronologi dan keterlibatan pihak-pihak terkait.
Dua senjata tajam serta sejumlah telepon seluler yang berisi percakapan terkait peristiwa tersebut turut diamankan sebagai barang bukti. Penyidik akan menganalisis barang bukti itu untuk mengungkap rangkaian kejadian.
Penanganan perkara dilakukan Unit Jatanras bersama Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Mataram. Polisi masih melakukan pengembangan untuk memastikan kronologi, mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab, serta mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.
Polresta Mataram mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Masyarakat juga diharapkan tidak berspekulasi agar proses penyelidikan berjalan lancar dan situasi keamanan di Kota Mataram tetap kondusif.
Catatan: Jumlah orang yang diamankan dalam naskah disebut 11 orang, tetapi terdapat ketidaksesuaian pada rincian jumlah laki-laki dan perempuan dalam keterangan sumber. Rincian tersebut perlu dikonfirmasi kembali kepada pihak kepolisian.(rils-uy)

Posting Komentar