Iklan
Iklan - Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Iklan

Ratusan Pemuda Ikuti Festival Layang-Layang, Meriahkan HUT Kota Mataram ke-33



Lambelombok|MATARAM— Ratusan pemuda-pemudi yang tergabung dalam Teja Ambara sukses menggelar Festival Layang-Layang dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Mataram ke-33. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 29–30 Agustus 2026, tersebut diikuti sekitar 500 peserta dari berbagai kalangan.

Festival Layang-Layang ini tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi juga wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan kreativitas sekaligus melestarikan seni dan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Layang-layang memiliki nilai historis dan seni yang tinggi dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, keberadaan festival tersebut dinilai penting sebagai salah satu upaya menjaga tradisi agar tetap dikenal dan diminati generasi muda di tengah perkembangan zaman.

Pembina Teja Ambara, I Gusti Agung Bagus Dwipayana, SH, memberikan apresiasi atas terselenggaranya festival tersebut. Ia menilai kegiatan ini menunjukkan semangat inovasi dan kreativitas generasi muda, khususnya dalam mengembangkan seni permainan layang-layang.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk mewadahi dan memfasilitasi pemuda-pemudi yang memiliki bakat serta kreativitas di bidang pembuatan dan permainan layang-layang,” ujarnya.

Dalam festival tersebut, panitia menghadirkan sejumlah kategori perlombaan. Di antaranya kategori Cotek, termasuk Cotek Blawa dan Cotek Lawasan, layang-layang berbentuk ikan, serta berbagai bentuk kreatif lainnya.

Untuk menjaga kualitas dan objektivitas penilaian, panitia juga menghadirkan dewan juri profesional yang didatangkan langsung dari Bali.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, Cahya Samudra, menyampaikan bahwa peninggalan leluhur berupa seni dan budaya harus terus dikembangkan dan dilestarikan. Menurutnya, layang-layang bukan hanya permainan, tetapi juga memiliki nilai dan makna filosofis yang terkandung di dalamnya.

“Peninggalan leluhur berupa seni dan budaya wajib kita kembangkan. Termasuk layang-layang, yang memiliki makna tersirat di dalamnya,” kata Cahya.

Ia menjelaskan, filosofi layang-layang juga mengandung pesan tentang menebarkan kebaikan serta harapan agar masyarakat senantiasa dijauhkan dari berbagai macam musibah.

“Filosofi dari layang-layang ini yaitu untuk menebarkan kebaikan, sekaligus memiliki makna agar dijauhkan dari segala macam musibah,” tegasnya.

Tingginya antusiasme peserta dan masyarakat menunjukkan bahwa permainan tradisional seperti layang-layang masih memiliki tempat di tengah masyarakat, khususnya ketika dikemas dalam kegiatan kreatif dan bernilai budaya.

Pihak penyelenggara berharap Festival Layang-Layang tersebut mendapat dukungan berkelanjutan dari Pemerintah Kota Mataram maupun berbagai pihak terkait. Dengan dukungan tersebut, festival diharapkan dapat terus digelar secara rutin dan menjadi salah satu agenda tahunan dalam rangka melestarikan budaya sekaligus memberikan ruang kreativitas bagi generasi muda Kota Mataram.

Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, Festival Layang-Layang juga diharapkan mampu memperkuat semangat kebersamaan dan kecintaan generasi muda terhadap seni serta budaya lokal.

Baca Juga:
Tersalin ��

Berita Terbaru

  • Ratusan Pemuda Ikuti Festival Layang-Layang, Meriahkan HUT Kota Mataram ke-33
  • Ratusan Pemuda Ikuti Festival Layang-Layang, Meriahkan HUT Kota Mataram ke-33
  • Ratusan Pemuda Ikuti Festival Layang-Layang, Meriahkan HUT Kota Mataram ke-33
  • Ratusan Pemuda Ikuti Festival Layang-Layang, Meriahkan HUT Kota Mataram ke-33
  • Ratusan Pemuda Ikuti Festival Layang-Layang, Meriahkan HUT Kota Mataram ke-33
  • Ratusan Pemuda Ikuti Festival Layang-Layang, Meriahkan HUT Kota Mataram ke-33

Posting Komentar

Iklan
Iklan