Polresta Mataram Cek Cafe Bajawa Flores Terkait Keluhan Kebisingan Live Music
![]() |
| pengecekan langsung terhadap aktivitas Cafe Bajawa Flores |
Lambenyalombok|MATARAM, NTB – Polresta Mataram menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait suara musik yang dinilai mengganggu kenyamanan warga dengan melakukan pengecekan langsung terhadap aktivitas Cafe Bajawa Flores di Jalan Majapahit, Kelurahan Pagesangan Barat, Kota Mataram, Sabtu (8/8/2026).
Pengecekan dilakukan menyusul adanya keluhan sejumlah warga RT 01 Lingkungan Kekalik Baru yang mengaku terganggu dengan suara musik berintensitas tinggi hingga larut malam. Kondisi tersebut dinilai mengganggu kenyamanan warga, terutama saat waktu istirahat.
Kapolresta Mataram Kombes Pol. Hendro Purwoko, S.I.K., M.H., melalui Kasat Intelkam Polresta Mataram Kompol Syaripuddin Zohri, S.H., mendatangi lokasi sekaligus berkoordinasi dengan pihak manajemen Cafe Bajawa Flores.
“Kami menerima laporan dari masyarakat mengenai suara musik yang dinilai terlalu keras dan beroperasi hingga larut malam. Tentu hal ini menjadi perhatian kami karena dapat mengganggu kenyamanan warga sekitar,” ujar Kompol Syaripuddin Zohri.
Ia mengimbau pihak pengelola untuk memperhatikan penggunaan pengeras suara, termasuk mengatur volume musik dan waktu operasional. Menurutnya, aktivitas hiburan tetap dapat berjalan, namun harus memperhatikan kenyamanan lingkungan sekitar.
“Kami mengimbau pengelola untuk mengecilkan volume musik, memasang peredam suara dan memperhatikan waktu operasional. Apalagi kafe ini cukup diminati anak-anak muda untuk menikmati kopi, makanan dan nongkrong. Adanya live music tentu harus tetap memperhatikan kenyamanan warga sekitar,” jelasnya.
Kompol Syaripuddin menegaskan, keberadaan tempat usaha dan hiburan di Kota Mataram diharapkan dapat berjalan beriringan dengan kepentingan masyarakat. Aktivitas ekonomi tetap berjalan, namun ketenteraman dan kenyamanan warga harus menjadi perhatian bersama.
“Yang terpenting tetap menjaga kamtibmas dan rasa nyaman di Kota Mataram,” tegasnya.
Sementara itu, pihak manajemen Cafe Bajawa Flores, Ozan, menyatakan kesiapannya melakukan pembenahan dan mengikuti ketentuan yang ditetapkan Pemerintah Kota Mataram.
“Kami akan berbenah dan mengikuti aturan Pemerintah Daerah Kota Mataram. Cafe Bajawa Flores menjual kopi dan makanan khas Bajawa Flores serta memberikan hiburan kepada pelanggan melalui live music dan DJ,” kata Ozan.
Ia mengatakan, pihak manajemen sebelumnya telah berupaya membangun komunikasi dengan pihak kelurahan dan lingkungan sekitar. Ke depan, pihaknya juga berencana melibatkan warga dalam sejumlah kegiatan sosial.
“Kami memang sudah mencoba berkoordinasi dengan pihak terkait dan kelurahan setempat. Salah satunya pada kegiatan 17 Agustus nanti, kami akan melakukan koordinasi dan mengadakan lomba bersama warga serta tim Bajawa Flores,” ujarnya.
Terkait persoalan suara musik, Ozan memastikan manajemen akan memberikan perhatian lebih terhadap penggunaan pengeras suara.
“Ke depannya memang kami akan memperhatikan pengeras suara. Kami sudah melakukan proses dan dari pengeras suara itu akan kita stabilkan, kemudian akan ada tambahan peredam suara,” jelasnya.
Ozan juga menyampaikan bahwa sejauh ini hubungan antara pihak cafe dengan warga sekitar berjalan cukup baik. Ia menyebut belum ada warga yang secara langsung datang ke manajemen untuk menyampaikan keberatan, baik secara tertulis maupun verbal.
“Sejauh ini tetangga tidak ada yang langsung datang ke sini menyampaikan keluhan karena hubungan kami dengan tetangga sangat baik. Tetangga juga sering datang ke sini dan kami saling berkoordinasi. Dari RT juga sering datang ke sini untuk berkoordinasi dan sangat mendukung. Secara tertulis maupun secara verbal langsung dari tetangga tidak ada,” ungkapnya.
Selain bergerak di bidang kuliner dan hiburan, Cafe Bajawa Flores juga disebut turut menyerap tenaga kerja lokal. Ozan menyebut sekitar 50 persen karyawan cafe berasal dari Kota Mataram.
“Karyawan sekitar 50 persen ada dari Kota Mataram. Jadi memang kami menyerap tenaga kerja dari sini, tentunya dengan seleksi dan kualifikasi yang dibutuhkan,” pungkasnya.
Polresta Mataram berharap pengelola usaha dan masyarakat dapat terus membangun komunikasi yang baik. Dengan demikian, aktivitas ekonomi dan hiburan tetap dapat berjalan tanpa mengganggu ketenteraman maupun waktu istirahat warga di lingkungan sekitar.(rils-uy)

Posting Komentar