Iklan
Iklan - Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Iklan

Salah Paham Saat Maulid Berujung Bentrokan Dua Kelompok Pemuda, Polisi Bergerak Cepat Redam Situasi

Salah Paham Saat Maulid Berujung Bentrokan Dua Kelompok Pemuda, Polisi Bergerak Cepat Redam Situasi


Lambenyalombok|LOMBOK BARAT, NTB — Kesalahpahaman saat kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW nyaris memicu bentrokan antarkelompok pemuda dari dua dusun di Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat.

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (12/9/2026). Beruntung, personel Polresta Mataram bersama Polsek Gunungsari bergerak cepat ke lokasi sehingga aksi saling lempar antarkelompok berhasil dihentikan.

Selain aparat kepolisian, personel TNI serta tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda setempat turut turun tangan untuk meredam ketegangan.

Kapolsek Gunungsari AKP Imran Rosyadi menjelaskan, persoalan bermula ketika dua pemuda dari salah satu dusun di Desa Jatisela melintas menggunakan sepeda motor di salah satu dusun di Desa Sesela yang sedang menggelar kegiatan Maulid Nabi.

Saat melintas, kedua pemuda tersebut diduga dikejar sejumlah pemuda setempat. Kejar-kejaran kemudian berujung pada pengeroyokan. Kedua pemuda tersebut akhirnya melarikan diri dan meninggalkan sepeda motor mereka di lokasi.

Tidak lama kemudian, sejumlah pemuda dari dusun di Desa Jatisela mendatangi lokasi untuk mencari pemuda yang sebelumnya mengejar rekan mereka. Situasi kembali memanas setelah salah seorang pemuda diduga melakukan tindakan kasar terhadap seseorang yang berusaha menghalangi, hingga korban mengalami lebam pada bagian wajah.

Persoalan yang awalnya dipicu kesalahpahaman tersebut kemudian berkembang menjadi perseteruan antarkelompok. Kedua pihak terlibat aksi saling lempar dan beberapa orang dilaporkan terkena lemparan.

Polisi yang tiba di lokasi langsung melakukan upaya pengamanan dan menghentikan aksi tersebut.

“Saat petugas kita tiba di lokasi, upaya saling lempar kedua belah pihak berhasil dihentikan. Kemudian petugas memanggil perwakilan kedua kelompok beserta para tokoh dari kedua dusun yang disaksikan oleh aparat desa masing-masing untuk melakukan mediasi,” ujar AKP Imran Rosyadi.

Dalam mediasi tersebut, polisi bersama tokoh masyarakat mengajak kedua pihak menahan diri dan menyelesaikan persoalan melalui komunikasi. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah konflik berkembang lebih luas maupun memicu aksi susulan.

Berkat respons cepat aparat gabungan serta dukungan tokoh masyarakat, situasi di Desa Jatisela dan Desa Sesela kembali kondusif.

Polsek Gunungsari juga terus berkoordinasi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda di kedua wilayah guna menjaga keamanan dan mencegah terjadinya kembali gesekan antarkelompok.

Kapolsek Gunungsari mengimbau seluruh masyarakat untuk menahan diri dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi maupun persoalan yang berpotensi memicu konflik.

Ia menegaskan, menjaga keamanan dan kondusivitas wilayah membutuhkan kerja sama seluruh elemen masyarakat agar persoalan serupa tidak kembali terjadi.(rils-uy)

Baca Juga:
Tersalin ��

Berita Terbaru

  • Salah Paham Saat Maulid Berujung Bentrokan Dua Kelompok Pemuda, Polisi Bergerak Cepat Redam Situasi
  • Salah Paham Saat Maulid Berujung Bentrokan Dua Kelompok Pemuda, Polisi Bergerak Cepat Redam Situasi
  • Salah Paham Saat Maulid Berujung Bentrokan Dua Kelompok Pemuda, Polisi Bergerak Cepat Redam Situasi
  • Salah Paham Saat Maulid Berujung Bentrokan Dua Kelompok Pemuda, Polisi Bergerak Cepat Redam Situasi
  • Salah Paham Saat Maulid Berujung Bentrokan Dua Kelompok Pemuda, Polisi Bergerak Cepat Redam Situasi
  • Salah Paham Saat Maulid Berujung Bentrokan Dua Kelompok Pemuda, Polisi Bergerak Cepat Redam Situasi

Posting Komentar

Iklan
Iklan