LambeLombok |lobar, NTB – Kepala Desa Desa Suka Makmur, H. Selamet, menyampaikan keprihatinannya atas kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok yang saat ini mengalami overload atau kelebihan kapasitas. Kondisi tersebut dinilai perlu menjadi perhatian serius semua pihak karena berdampak langsung terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.
Menurut H. Selamet, permasalahan TPA Kebon Kongok bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah semata, melainkan membutuhkan dukungan dan sinergi seluruh elemen, termasuk pemerintah desa dan masyarakat.
“Kami dari Pemerintah Desa Suka Makmur mendukung penuh setiap kebijakan dan langkah strategis pemerintah dalam menangani permasalahan overload TPA Kebon Kongok. Yang terpenting adalah adanya komunikasi dan sosialisasi yang baik kepada masyarakat agar tidak terjadi kesalahpahaman,” ujarnya.
Ia menegaskan, Pemerintah Desa Suka Makmur pada prinsipnya siap mendukung segala bentuk upaya pemerintah daerah maupun instansi terkait dalam mencari solusi terbaik dan berkelanjutan. H. Selamet berharap langkah-langkah yang diambil nantinya mengedepankan pendekatan transparan, partisipatif, serta memperhatikan aspek lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Selain itu, pihaknya juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap kondusif. Ia menekankan pentingnya menyampaikan aspirasi melalui jalur musyawarah dan dialog.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, dan bersama-sama menjaga situasi tetap aman dan kondusif. Pemerintah desa siap menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah daerah demi tercapainya solusi yang adil dan berkelanjutan,” tambahnya.
Dengan adanya sinergi antara pemerintah, pengelola TPA, dan masyarakat, diharapkan permasalahan overload TPA Kebon Kongok dapat segera ditangani secara komprehensif, sehingga tidak menimbulkan dampak lingkungan maupun sosial yang lebih luas di wilayah Lombok Barat.

0 Komentar